Cara Menggunakan Indikator Moving Avarage

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Halaman ini adalah tentang Simple Moving Average, yang paling umum dan populer dari moving averages. Jika Anda tertarik dengan versi lain dari rata-rata bergerak silahkan pilih link di bawah ini:

  •     Adaptive Moving Average
  •     Exponetial Moving Average (EMA)
  •     Segitiga Bergerak Rata-rata
  •     Rata-rata Moving Average (Pivot Point)
  •     Weighted Moving Average (WMA)


Simple Moving Average

Simple Moving Average bisa dibilang merupakan alat analisis teknis terpopuler yang digunakan oleh para pedagang. Simple Moving Average (SMA) sering digunakan untuk mengidentifikasi arah tren, namun dapat digunakan untuk menghasilkan sinyal beli dan jual potensial. SMA adalah rata-rata, atau dalam statistik berbicara – mean. Contoh Simple Moving Average disajikan di bawah ini:

Harga untuk 5 hari terakhir adalah 25, 28, 26, 24, 25. Rata-rata akan (25 + 28 + 26 + 26 + 27) / 5 = 26,4. Karena itu, garis SMA di bawah harga hari terakhir 27 akan menjadi 26,4. Dalam hal ini, karena harga pada umumnya bergerak lebih tinggi, garis SMA 26,4 dapat bertindak sebagai pendukung (lihat: Support & Resistance).

Gambar di bawah dana perdagangan rata-rata Dow Jones Industrial Average yang diperdagangkan (DIA) menunjukkan Simple Moving Average 20 hari bertindak sebagai dukungan untuk harga.

Moving Average Bertindak sebagai Support – Potential Buy Signal

Ketika harga berada dalam tren naik dan selanjutnya, rata-rata bergerak dalam tren naik, dan rata-rata pergerakan telah diuji oleh harga dan harga telah memantul dari rata-rata pergerakan beberapa kali (yaitu rata-rata bergerak berfungsi sebagai garis support), maka trader bisa membeli pullback berikutnya kembali ke Simple Moving Average.

Simple Moving Average dapat berfungsi sebagai garis perlawanan saat grafik DIA menunjukkan:

Moving Average Bertindak sebagai Resistance – Potential Sell Signal

Pada saat harga sedang dalam tren turun dan rata-rata bergerak juga mengalami downtrend, dan tes harga di atas di atas dan ditolak beberapa kali berturut-turut (yaitu rata-rata bergerak berfungsi sebagai garis resistensi), maka seorang pedagang mungkin menjual pada rally berikutnya hingga Simple Moving Average.

Contoh di atas hanya menggunakan satu Simple Moving Average; Namun, pedagang sering menggunakan dua atau bahkan tiga Simple Moving Averages. Keuntungan potensial menggunakan lebih dari satu Simple Moving Average dibahas pada halaman berikutnya. 

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)
Timbangan Industri Timbangan Industri Timbangan Industri Timbangan Industri Bergaransi Timbangan Industri Bergaransi Timbangan Industri Bergaransi