Risk Reward Ratio Dan Harapan Profit

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Sebuah asumsi yang selalu diulang-ulang cepat atau lambat akan diterima sebagai sebuah kenyataan yang benar adanya. Dalam dunia trading forex ada asumsi “jika tidak mau rugi, maka kecil kemungkinannya untuk memperoleh profit (no pain no gain)”. Ada lagi asumsi “Anda seharusnya menentukan profit lebih besar dari resiko yang berani Anda ambil dalam setiap trade yang Anda lakukan”. Hal ini bisa dinyatakan dengan berbagai ungkapan:
“Selalu tentukan perbandingan antara reward dan risk lebih besar dari 1”
“Trading hanya dengan risk reward ratio minimum 1 : 1,5 ”
“Jika Anda menentukan target profit lebih besar dari resiko, maka hasil trading Anda akan positif”
“Penentuan risk reward ratio yang lebih besar dari 1:1 berarti Anda akan memperoleh profit yang lebih besar dari resikonya”
Ungkapan-ungkapan tersebut bisa disimpulkan bahwa reward harus selalu lebih besar dari risk, atau risk reward ratio mesti lebih besar dari 1:1, bisa 1:1,5 atau 1:2 dan seterusnya.

Banyak trader yang percaya bahwa dengan risk reward ratio yang tinggi (lebih besar dari 1:1) akan mudah memperoleh profit sekalipun jika persentasi profit dari tradingnya (win percentage) kecil. Pada kenyataannya, ada banyak trader yang profitable dengan selalu menentukan resiko lebih besar dari target profit yang diharapkan. Kuncinya ada pada persentasi profit yang lebih besar dari persentasi loss pada keseluruhan tradingnya.

 

Ada sebuah ukuran yang menentukan probabilitas profit keseluruhan trading Anda, yaitu harapan profit atau expectancy. Harapan profit bisa ditentukan dengan 4 parameter sebagai berikut:

Persentasi profit dari keseluruhan trading atau winning trades adalah W%, dan persentasi loss dari keseluruhan trading atau losing trades adalah L%.
Besarnya profit rata-rata dalam sebuah winning trade (trade yang profit) adalah Av W, dan besarnya loss rata-rata dalam sebuah losing trade (trade yang loss) adalah Av L.

Ke 4 parameter diatas sangat berguna dalam menentukan bagus atau tidaknya sistem trading yang telah kita rencanakan, dan selanjutnya memutuskan apakah sistem tersebut akan diterapkan pada account live kita.

Harapan profit= (W% x Av W) – (L% x Av L)
Harapan profit (dalam satuan uang) adalah besarnya profit yang bisa kita harapkan pada sejumlah trade yang telah kita lakukan. Agar hasilnya mantap, sangat dianjurkan untuk melakukan backtest sistem trading kita pada account demo terlebih dahulu, paling sedikit dalam 50 kali trade.

Sebagai contoh, setelah di-backtest secara manual selama 6 bulan, trader A dengan 900 kali trade memperoleh hasil sebagai berikut:
W% = 70%, L% = 30%, Av W = $200, Av L = $420
maka harapan profit trader A adalah: (0.7 x $200) – (0.3 x $420) = $140 – $126 = $14.

Berdasarkan informasi tersebut, trader A akan tahu bahwa jika ia menggunakan sistem tradingnya sebanyak 100 kali (100 trade) maka probabilitas profitnya adalah $1400. Bagaimana trader A tahu? Ia tahu dengan menghitung: W% = 70 dan L% = 30 (dari 100 trade), maka harapan profit = (70 x $200) – (30 x $420) = $14,000 – $12,600 = $1,400.

Hal ini bukan berarti trader A akan pasti memperoleh profit $1400, tetapi ia bisa mengharapkan profit yang realistis sebesar $1400, setelah 100 kali trade. Tentu saja ada kemungkinan hasil tradingnya bisa sedikit lebih jelek atau sedikit lebih baik dari harapan profitnya, tetapi probabilitasnya mendekati $1400, setelah 100 kali trade.

Trader yang selalu fokus pada risk reward ratio, dan ternyata persentasi profit dari keseluruhan tradingnya (W%) lebih kecil dari persentasi loss-nya (L%), maka harapan profitnya bisa negatif atau malah loss. Jika kita hanya fokus pada besarnya reward yang harus lebih besar dari resiko tetapi mengabaikan backtest sistem trading, maka kita tidak akan tahu seberapa profitable sistem trading kita.

Memang idealnya risk reward ratio lebih besar dari 1:1 dan W% lebih besar dari L%. Tetapi dalam kenyataannya, kita tidak bisa memaksakan reward (atau target profit) harus selalu lebih besar dari resiko (atau stop loss) jika kondisi pasar tidak memungkinkan. Yang penting diperhatikan untuk mencapai hasil trading keseluruhan yang maksimal adalah mengetahui persentasi profit dan loss dengan melakukan backtest pada sistem trading, hingga diperoleh angka harapan profit yang realistis.

Sumber : Walter Peters, PhD – www.tradingmarkets.com

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)
Timbangan Industri Timbangan Industri Timbangan Industri Timbangan Industri Bergaransi Timbangan Industri Bergaransi Timbangan Industri Bergaransi